Wednesday, 22 May 2019

I am Worth.....

Cr. Pinterest
Sore itu ada seseorang yang mendekat padaku, ia mngatakan bahwa "I am not worth it". Hal itu cukup mengagetkan saya. Di lihat dari penampilannya ia adalah seseorang yang kuat. Tapi ya memang tidak semua hal dapat di nilai dari penampilannya. "Don't judge the book  by the cover", that true!! Mungkin dia tidak ingin orang lain (absolutely yang tidak dekat dengannya) mengetahui kerapuhannya. Jadilah saya bertanya kepada seseorang itu,

Apa yang membuat kamu merasa not worth it?/ Aku tidak bisa membahagiakan orang terdekatku, aku hanya bisa menjadi beban mereka saja.
Apakah mereka orang terdekatmu mengatakan kamu hanya beban bagi mereka?/ Tidak
Kenapa kamu bisa berpikiran demikian jika mereka tidak mengatakan bahwa kamu hanya sebagai beban mereka?/ Karena aku merasa aku tidak bisa melakukan apa-apa
Ada sesuatu yang ingin sekali kamu lakukan sekarang ini?/ Ada
Sudah berusaha untuk melakukan hal itu?/ Belum
Kenapa kamu belum melakukan itu?/ Aku bingung memulai dari mana dan bagaima cara untuk memulai
Adakah teman atau relasi yang bisa membantumu?/ Ada
Sudahkah kamu meminta tolong kepada teman atau relasimu itu?/ Belum
Kenapa demikian?/ Karena aku malu dan sebenernya aku ingin orang lain tidak tahu akan keinginanku. Aku ingin orang lain tahu ketika aku sudah sukses!!
Lalu bagaimana dengan kondisimu sekarang ini?/ I am loser

Apakah keinginanmu itu benar-benar hal yang sangat memalukan?/ Tidak, pada dasarnya keinginanku ini sangat berguna bagi orang lain jika benar-benar dilakukan olehku
Apakah sangat memalukan jika meminta tolong atau bercerita kepada teman atau relasimu?/ Tidak juga, karena pada dasarnya kita satu passion
Apakah dengan mengejar keinginanmu keluarga akan melarangmu?/ Seperti tidak
Masihkah kamu ingin menyimpan keinginanmu dalam dirimu sendiri?/ Sepertinya aku akan mewujudkannya. Aku masih muda dan masih banyak hal yang ingin aku lakukan. Ternyata dengan berpikiran negatif akan diri sendiri hanya akan merusak hidupku sendiri. Menjadi terbuka bukanlah suatu masalah yang besar.

Pada dasarnya apa yang saya lakukan kepada seseorang itu adalah dengan mengubah persepsinya. Dengan begitu, saya membantu memperkuas pemikirannya terhadap suatu hal. Yang selanjutnya ia akan mengubah persepsi negatif akan dirinya sendiri menjadi persepsi yang positif. Karena pikiran negatif itu terjadi berkali-kali maka dapat mengubahnya menjadi keyakinan, yang pada saat itu seseorang tersebut meyakini bahwa dirinya "not worth it". Keyakinan itu yang membuatnya putus asa dan menenggelamkan mimpinya. 

Kata Dr. Ibrahim Elfiky, "Jika Anda mengubah persepsi Anda tentang masalah, memilih memikirkannya sebagai hadiah terindah dari Allah, lalu berkonsentrasi pada upaya mencari solusi, maka Anda akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di hadapan Anda. Karena itu, jangan biarkan persepsi Anda tentang suatu masalah mempengaruhi Anda. Sebab persepsi adalah program akan terdahulu yang bisa jadi keliru. Ubahlah persepsi Anda niscaya keidupan Anda juga berubah. Permasalahan dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi belaka."

Terkait dengan mimpi, setiap orang memilikinya entah itu sudah ia sadari atau tidak sadari. Sama hal nya mengenai kelebihan dan kekurangan. Beberapa orang mengatakan kalau ia tidakmengetahui apa kelebihannya, hal tersebut terjadi karena orang tersebut tidak ingin mengenal siapa dirinya. Sebagai seorang manusia kita memiliki hak untuk mencapai mimpi kita masing-masing. Menjadi tertutup akan sebuah mimpi hanya akan terpuruk dan menenggelamkan mimpi tersebut. Biarkan orang menertawakan mimpi kita tapi kita tidak boleh kalah semangat dengan kekuatan tawa mereka. Kita tetap buktikan dan meraih mimpi kita. Jangan jadi insecure karena diri sendiri apalagi karena orang lain. Kalau kata Kurt Cobaik mah ya, "Mereka menertawakan saya karena saya berbeda, saya menertawakan mereka karena mereka sama"



Manusia terlahir ke bumi membawa misinya masing-masing. Jangan berfikir bahwa I am not worth it hanya karena persepsi-persepsi pada yang datang dan justifikasi atas diri sendiri. Karena setiap manusia itu "worth it". Yeah I am worth it and I am believe in (me).

Monday, 13 May 2019

Be Smart KPopers

Cr. Pinterest



Siapa si yang ga tahu K-Popers? Sebuah julukan bagi seseorang yang menyukai K-Pop (Korean Pop) yaitu mereka-mereka yang menyukai boyband dan girlband asal Korea. Sudah menjadi rahasia publik kalau Korea punya segudang boy/girlband. Bahkan terasa atau tidak setiap tahunnya ada yang debut. Populasi K-Popers semakin tahun semakin bertambah, bahkan sekarang ini usia pra-remaja sudah mengenal dunia K-Pop. 

Ada hal menarik dari dunia Per-Kpop-an yaitu tidak jarang K-Popers mendapat labeling ALAY, BAR-BAR dan FANATIK. Sering aku mendengar kata-kata demikian dari banyak orang. Hal seperti ini dikarenakan sikap K-Popers yang terkesan berlebihan dalam menanggapi boy/girlband. Tapi kalau dipikir-pikir hampir semua fans akan bertindak demikian, entah itu fans idol bahkan sepak bola. Tapi apa si yang menjadikan Kpopers mendapat labeling demikian ini dan bagaimana menyikapinya?

Pertama, tidak ada larangan untuk suka dengan K-pop asal tahu batasannya. Batasan yang seperti apa? Jangan sampai waktumu terbuang hanya untuk menonton idolamu saja. Jangan sampai melalaikan kewajibanmu hanya karena takut tertinggal update terbaru dari idolamu. Oke let me to share my story, jadi aku pernah disituasi dimana aku lalai kewajibanku sebagai seorang pelajar karena takut tertinggal comeback dari salah satu boyband. Akhir cerita, aku ga dapet hasil yang memuaskan dan menyesal dibelakang. Please jangan tiru aku, karena bener-bener menyesal dan andai saja waktu bisa diulang aku ingin memperbaiki itu. Lakukan kewajibanmu terlebih dahulu, baru refreshing dengan idolamu. 

Kedua, setiap orang punya sisi negatif dan positif (tidak ada satupun yang sempurna kecuali Tuhan YME), begitupun dengan idol. Para fansgirl/boy banyak yang menutup mata atas fakta-fakta negatif idolanya, semua hal yang ada pada idol adalah positif. So, tak jarang menimbulkan fanwar (perang antar fans). Mereka saling mengunggulkan idolanya bahkan menjatuhkan idol (rival). Tak jarang juga menggunakan kata-kata yang tidak layak untuk digunakan. Sini tak kandani gaess... Apa yang kamu lihat di diri idol itu yang mereka tunjukan di depan kamera, sebagai fans kita ga tahu mereka ketika dibelakang kamera. Jadi, untuk itu sadarlah bahwa setiap manusia memiliki sisi baik dan buruknya. Sebenernya apa si pengaruh langsung bagi idol akibat fanwar? Malu gak si ketika fanwar tapi idolanya berteman dan adem ayem? Tapi fanwar itu kan untuk membela idol? Tapi membela yang seperti apa? Membela dengan ikut menjatuhkan juga? Boleh saja kita membela tapi dengan fakta dan bahasa yang baik dan sopan. 

Ketiga, Re-check kebenaran berita K-Pop. Sebenarnya itu bukan hanya untuk K-Popers tapi untuk yang lainnya juga. Tidak ada salahnya kita meluangkan waktu lebih untuk re-check kebenaran dari suatu berita karena hoax. Jangan karena mempercayai berita yang tidak tahu kebenarannya akan menimbulkan fanwar. Fanwar lagi fanwar lagi, ya karena Kpopers itu melekat dengan namanya fanwar. Atau menodai hubungan persahabatanmu karena berita yang ga jelas kebenarannya.

Keempat, bias itu milik bersama bukan milik pribadi. Jadi, kurang-kurangi ya rebutan bias sama teman. Iya aku pernah ngalamin ini tapi ga sampai menodai hubungan pertemananku kok. Berbagi bias itu asyik lho, kita bisa sharing bareng-bareng dengan teman kita yang satu bias bahkan yang dulunya ga dekat malah jadi dekat. Kpopers make one.

Kelima, jangan lupakan kehidupan nyatamu artinya jangan lupakan orang-orang yang berada di dekat kamu (orangtua, saudara kandung, keluarga dan teman). Ada seorang ayah yang berterima kasih atas kasusnya seorang idol yang menjadikan anak putrinya mengingat si ayah kembali. Menomerduakan orang terdekat untuk urusan virtual bukan tindakan yang dianjurkan.  

Keenam, Cintai mereka (idol) sebatasnya saja dan cintai diri sendiri sepenuhnya. Jangan merugikan diri sendiri hanya karena idol. Apalagi mengikuti perilaku idol yang memang tidak sesuai dengan budaya kita. Ada hal-hal yang perlu di saring, tidak semua hal bisa kita ikuti. Satu hal ekstrem yang sempat heboh, seorang fans ikut bunuh diri karena idolanya bunuh diri. Menjadi loyal tapi tidak demikian caranya. 

Intinya Be Smart Kpopers, so Kpopers tidak akan dipandang sebelah mata. Jangan sampai kamu kehilangan dirimu sendiri karena Kpopers. Jangan jadi palsu. Buatlah karya dengan kamu menjadi Kpopers, sehingga membuktikan kepada orang banyak kalau Kpop membawa dampak yang positif. The last but not least, bersikaplah secara bijak dan cintai mereka sebatasnya saja, because

"We know Them as personal, but They didn't know Us as personal"

Sunday, 12 May 2019

PERJALANAN HIV MENUJU AIDS

Copy Right. news.bbc.co.uk
Fase perkembangan HIV hingga AIDS memerlukan waktu yang lama dan tergantung dengan kondisi kekebalan tubuh masing-masing orang. Ketika membicarakan mengenai perkembangan virus HIV dalam tubuh manusia, maka erat kaitannya dengan Viral Load dan sel CD4. Viral Load merupakan jumlah virus yang berada dalam darah. Sel CD4 merupakan tipe dari lymphocyte (bagian dari sel darah putih). Jadi kalau kita ingin mengetahui perkembangan virus HIV dapat dilihat seberapa banyak jumlah CD4 dan Viral Load di dalam tubuh manusia. Ketika HIV berkembang maka akan menginfeksi dan membunuh sel CD4 T -tipe dari sel darah putih- yang menjadi kunci dalam menjaga kekebalan tubuh manusia. Efek dari infeksi HIV yaitu berkurangnya jumlah sel CD4. Jumlah CD4 pada orang dewasa berkisar pada angga 600 hingga 1.200 sel/mm3. Ketika jumlah CD4 pada orang dewasa dibawah 200 sel/mm3, maka semakin tinggi resiko penyakit opotunistik.

Viral Load merupakan jumlah virus HIV yang terkandung dalam darah, dapat diukur menggunakan HIV Ribonucleic Acid Polymerase Chain Reaction Test (Tes HIV-RNA PCR) yaitu tes yang digunakan untuk mengukur respon tubuh terhadap pengobatan Antiretroveral. Jumlah Viral Load akan semakin tinggi setelah penularan HIV primer. Pada periode waktu setelah infeksi, viral load dapat turun ketika tubuh memproduksi antibodi dan dapat meningkat kembali setelah beberapa tahun ketika jumlah CD4 turun. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa waktu inkubasi HIV itu lama. Viral load yang tinggi dapat menyebabkan resiko penularan lebih tinggi. Setelah beberapa tahun, viral load yang tinggi merupakan tanda penyakit lebih parah ditandai dengan peningkatan status dari HIV menjadi AIDS.

Oke, berikut adalah fase perkembangan HIV

SEROCONVERSION
Orang yang terkena HIV biasanya akan memproduksi antibodi dalam kurin waktu 4 hingga 6 minggu setelah terinfeksi, akan tetapi tidak menutup kemungkinan hingga 3 bulan untuk memproduksi antibodi. Periode waktu antara waktu infeksi HIV dengan hasil positif tes HIV dapat dikatakan "window period atau periode jendela". OLeh karena itu, pada periode ini rang tidak menyadari bahwa di dalam tubuhnya terdapat virus HIV.

Berbeda dengan virus lainnya, produksi antibodi bukan berarti akan memproteksi tubuh dari virus akan tetapi mengindikasi adanya infeksi. Ketika terinfeksi, tubuh akan memproduksi antibodi yang dapat diukur dengan tes laboratorium. Fase inilah disebut Seroconversion yaitu perkembangan antibodi yang dapat dideteksi pada mikroorganisme dalam serum sebagai akibat dari infeksi atau imunisasi. Beberapa orang akan mengalami penyakit, seperti demam, ruam, nyeri sendi dan pembesaran kelenjar getah bening saat fase seronconversion.

"Orang yang melakukan tes laboratorium dan hasilnya menunjukan HIV-negatif tetapi memiliki kebiasaan melakukan tindakan beresiko dalam waktu 3 bulan, maka orang tersebut dianjurkan untuk melakukan tes kembali pada 3 bulan mendatang karena masih ada kemungkinan terinfeksi HIV"



ASYMPTOMATIC HIV INFECTION

Kondisi dimana orang telah terinfeksi HIV tetapi terlihat sehat-sehat saja. Tidak ada gejala yang ditunjukan secara fisik. Durasi waktu periode asyimptomatic setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang dewasa mengalami gejala lebih cepat, beberapa bulan setelah infeksi primer. Selain itu, dapat memakan waktu lebih lama hingga 15 tahun untuk mengalami gejala.



Periode pada anak yang terinfeksi melalui MTCT (dari kandungan hingga pemberian ASI) fase asymptomatic akan lebih pendek. Beberapa bayi HIV-positif akan mengalami sakit pada minggu-minggu awal setelah lahir. Dan beberapa anak mulai mengalami gejala sebelum berusia 2 tahun; beberapa dalam kondisi stabil untu beberapa tahun.



SYMPTOMATIC HIV INFECTION

Kondisi dimana orang yang terinfeksi telah menunjukan secara fisik. Sistem imun rusak dan jumlah CD4 turun dalam fase ini. Perkembangan HIV tergantung pada jenis virus dan karakteristik inang, selain itu juga tingkat kesehatan, gizi dan kekebalan tubuh masing-masing orang.



AIDS

Periode akhir dari infeksi HIV yaitu AIDS, setiap orang pada akhirnya akan mengalami fase ini. Perkembangan infeksi HIV mengakibatkan jumlah CD4 turun dan orang yang terinfeksi akan dengan mudah terkena infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman yang kemungkinan tidak menyebabkan penyakit pada orang sehat, tetapi akan menyebabkan penyakit bagi orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah. Contohnya, TB (penyakit yang paling sering menyerang HIV-positif)



Orang yang hidup dengan infeksi HIV lanjut akan menderita infeksi oportunistik pada organ paru-paru, otak, mata dan organ lainnya. INfeksi oportunistik umum lainnya pada orang yang didiagnosa AIDS, yaitu Pneumocystis Carinii Pneumonia; Cryptospotidiosis; histoplasmosis; dan parasit lainnya, infeksi virus dan jamur, beberapa tipe kanker (seperty Kaposi’s Sarcoma).



Pengobatan ARV, prophylaxis (tindakan yang diambil untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit), pengobatan infeksi oportunistik dapat membantu mempertahankan jumlah sel CD4, menurunkan viral load dan mengulur waktu periode HIV menuju fase symptomatoc dan AIDS. 




JAUHI VIRUSNYA, BUKAN JAUHI ORANGNYA



Referensi :

  1. Module 1: Introduction to HIV/AIDS by Centers for Disease Control and Prevention

Wednesday, 8 May 2019

PENULARAN HIV

Copyright. Pinterest


Sekarang kata HIV dan AIDS sudah tidak asing lagi dan banyak orang tau. Namun, sayangnya banyak orang yang salah persepsi mengenai HIV dan AIDS. Oke selengkapnya mengenai HIV dan AIDS bisa klik link disini.
Banyak anggapan yang keliru mengenai HIV dan AIDS terlebih mengenai cara penularan HIV. Hal ini menyebabkan adanya diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Dijauhi dari kehidupan sosial masyarakat merupakan hal yang marak terjadi, sehingga tidak jarang ODHA yang menutup diri dari lingkungan masyarakat. Salah anggapan yang terjadi, misalnya bersalaman, bercerita dan makan bersama dengan ODHA dapat terjadi penularan virus. Tapi apakah demikian?

Penularan HIV melalui

Blood to Blood
Copyright. Pinterest









Penularan melalui darah dapat terjadi melalui
  • Transfusi darah dengan darah yang terinfeksi HIV
  • Kontak secara langsung dengan darah yang terinfeksi HIV

Sexual Contact

Penularan melalui hubungan seksual dapat terjadi melalui
  • Berhubungan seksual tanpa menggunakan alat pengaman (vaginal, oral atau anal)
  • Kontak langsung dengan cairan tubuh seperti, cairan semen, serviks dan cairan vagina

“Wanita usia subur memiliki resiko khusus untuk tertular HIV. Perilaku utama yang menempatkan mereka pada resiko adalah hubungan seks tanpa alat pengaman dengan pasangan yang terinfeksi HIV.”

Penggunaan Jarum Suntik Bersama 
Copyright. Pinterest














Penggunaan jarum suntik -narkoba- bersama dengan orang yang terkena HIV. Dalam beberapa kasus terjadi pada tenaga kesehatan yang mengalami kecelakaan kerja dimana jarum suntik yang digunakan pada pasien HIV terkena di bagian anggota tubuhnya (misal : tangan), sehingga terjadi penularan HIV.

Perinatal Transmission (MTCT)
Copyright. Pinterest













Penularan dari ibu HIV-positif kepada si buah hati dari masa kehamilan hingga menyusui.


HIV Tidak Menular Melalui
  • Batuk atau bersin
  • Gigitan Serangga
  • Bersentuhan atau Berpelukan
  • Berciuman
  • Menggunakan toilet dan pemandian umum
  • Bersentuhan tangan
  • Bekerja atau bersekolah bersama orang HIV-positif
  • Bertelepon
  • Berbagi minuman atau makanan
  • Menggunakan gelas, piring atau alat makan bersama
Jadi penularan HIV tidak melalui aktivitas sosial, seperti bermain, bekerja dan bersekolah dengan ODHA. Jika ada yang takut untuk sekedar bersalaman atau berbicara dengan ODHA karena takut tertular maka tindakan tersebut salah karena penularan HIV tidak melalui bersalaman atau berbicara. Gigitan nyamuk juga tidak menjadi penyebab HIV karena gigitan nyamuk masuk pada sel darah merah, sedangkan virus HIV hidup di sel darah putih sehingga tidak akan terjadi penularan HIV.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan melalui akun media sosial Adiyana Esti (@adienesty) mengenai prinsip penularan HIV, sebagai berikut

EXIT
Exit adalah jalan cairan tubuh yang mengandung virus HIV keluar dari tubuh. Bisa melalui luka yang berdarah, jarum suntik yang sudah berisi darah atau cairan tubuh yang mengandung HIV (bisa cairan tubuh yang keluar saat aktivitas seksual. Sedangkan cairan tubuh (seperti air liur, keringat airmata) memang mengandung virus namun jumlahnya tidak cukup untuk dapat menginfeksi, sehingga kontak dengan cairan tersebut tidak berpotensi menularkan.

SURVIVE
Virus HIV yang berada di dalam cairan tersebut tetap bertahan hidup. Akan tetapi, virus HIV sendiri yang berada di luar tubuh manusia (sebagai inang) tidak bertahan lama. Terutama bila terkena sinar matahari dan larutan yang mengandung klorin.

SUFFICIENT
Cairan tubuh yang dapat menularkan harus memiliki jumlah virus HIV yang cukup. Ini menjelaskan alasan mengapa air liur, keringat, air mata, air seni tidak berpotensi menularkan.

ENTER
Merupakan pintu masuk yang berpotensi masuknya cairan tubuh yang mengandung HIV ke dalam tubuh seseorang (misalnya melalui luka, infeksi kulit, mucosa)

"Cara untuk terhindar dari HIV bukan dengan menghindari ODHA (orang yang terkena HIV) tetapi dengan tidak melakukan tindakan beresiko."
Cegah HIV dengan


Copyright. Bahan Sosialisasi Klinik VCT RSUD Goeteng Taroenadhibrata Purbalingga


  • (A)bstinence, tidak melakukan hubungan seks
  • (B)e Faithful, setia kepada pasangan
  • (C)ondom, menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual
  • (D)rug No, tidak mengkonsumsi narkoba
  • (E)ducation, mengedukasikan kepada masyarakat luas apa itu HIV-AIDS 

JAUHI VIRUSNYA, BUKAN JAUHI ORANGNYA



Referensi :
  1. Module 1: Introduction to HIV/AIDS by Centers for Disease Control and Prevention
  2. Adiyana Esti, Prinsip Penularan HIV
  3. Bahan Sosialisasi Klinik VCT Rumah Sakit Umum Daerah Goeteng Taroenadhibrata Kabupaten Purbalingga

Friday, 3 May 2019

SKY CASTEL: Father Love and Mother Love


Cr. Pinterest

SKY CASTLE, can i say that this is the best drama ever?

Why? Drama ini satu-satunya yang saya rampungkan, setelah beberapa drama hanya sampai 5-10 episode saja. Sky Castle merupakan drama keluaran JTBC yang tayang mulai 23 November dan selesai pada 2 Februari, tuntas dalam 20 episode dengan rating 24.357% di Seoul dan 23.779% di Worldwide. Drama ini cukup mendapat perhatian karena mengambil cerita tentang kehidupan keluarga yang tinggal di perumahan super elite "Sky Castle" yang sangat memperhatikan status dan kedudukan sosial yang dapat diukur dari tingkat pendidikan anak dan karir suami. Tidak heran kalau para istri (ibu) mengusahakan anaknya untuk mendapat pendidikan yang berkualitas dan menunjang karir suaminya.

Berbicara tentang pendidikan anak, tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya gagal. Orangtua selalu mengusahakan anaknya untuk dapat mengenyam pendidikan bagaimanapun caranya. Usaha yang dilakukan orang tua dimulai dari memasukkan anak-anaknya mengenyam pendidikan formal (mendaftarkan anak di lembaga pendidikan fromal, seperti SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi). Tak jarang orangtua juga mendaftarkan anaknya untuk mengikuti tambahan pelajaran di lembaga kursus pendidikan. Hal demikian lumrah dilakukan orangtua dengan tujuan meningkatkan nilai anak. Nilai pelajaran menjadi suatu hal yang penting dan mengukur tingkat kepintaran seorang anak.

Cha Min Hyuk dan No Seung Hye, salah satu pasangan suami istri yang tinggal di Sky Castle. Mereka memiliki 1 anak perempuan dan 2 anak kembar laki-laki. Cha Min Hyuk terobsesi dengan hierarkhi piramida, menginginkan anak-anaknya berada di puncak piramida semata-mata untuk status sosial dan memberi makan egonya. Menurutnya, seseorang yang berada di puncak piramida memiliki kekuasaan yang mutlak dan tidak terbantahkan. Satu hal yang berbeda dari keluarga ini adalah anak-anaknya tidak di daftarkan pada lembaga kursus pendidikan. Cha Min Hyuk sendiri yang memberi tambahan pelajaran pada kedua anak kembarnya. Tetapi ini bukan solusi menghindari stress pada anak, akan tetapi menambah stress pada anak. Kenapa? Tingginya pressure yang diberikan Cha Min Hyuk  mempengaruhi kondisi psikis pada anak. Ruang belajar dengan dekorasi monokrom, ruangan kedap suara dan timer yang menambah suasana semakin horor. Ya horor, karena tidak memberi kenyamanan pada anak, sehingga materi dan soal-soal yang dikerjakan menguap begitu saja. Motivasi belajar dan mengerjakan soal bukan lagi "aku ingin bisa, aku ingin paham dan aku memahami" tapi "aku ga ingin dihukum oleh ayah". Cha Min Hyuk merupakan sosok yang memiliki power di keluarga dan tidak mengizinkan siapapun untuk melawan kekuasaannya. No Seung Hye, istri yang baik dan menurut pada suami. Meskipun ia merasa tertekan dengan kondisi anak-anaknya. Namun disisi lain Cha Min Hyuk adalah seorang patriarkis, seseorang yang paling berkuasa dan setiap anggota keluarga harus menyetujui apapun keputusannya. Hal ini yang menjadi alasan mengapa ia terobsesi dengan piramida.

Erich Fromm dalam The Art of Loving, cinta kebapakan adalah cinta bersyarat.Prinsipnya adalah “Aku mencintaimu karena kau memenuhi harapanku, karena kau melaksanakan kewajibanmu, karena kau mirip aku”. Hal ini sesuai dengan yang Cha Min Hyuk perlakukan kepada anaknya. Kewajiban seorang anak yang bersekolah adalah belajar, mau tidak mau, nyaman tidak nyaman, suka tidak suka maka lakukan. Ditambah dengan karakter Cha Min Hyuk sebagai sosok laki-laki patriarkis yang mana ia memiliki kuasa tertinggi, siapapun tidak diperbolehkan untuk menentangnya. Seorang ayah dan suami yang harus selalu dipatuhi dalam keadaan apapun. Nilai sekolah menjadi suatu hal yang penting dan sangat berharga dibanding kenyamanan anak-anaknya. Nilai yang tinggi berpengaruh pada status sosial di masyarakat. So, dari cerita Cha Min Hyuk ini kita tahu bahwa dalam kodrat cinta kebapakan, kepatuhan adalah kebajikan utama, sedangkan ketidakpatuhan merupakan dosa utama- dan hukumnya adalah ditariknya cinta kebapakan itu.  Cinta kebapakan yang kental di miliki oleh Cha Min Hyuk menjadikan dia seorang bapak yang keras dan menginginkan anaknya menjadi seperti yang dia inginkan.


Berbeda dengan cinta keibuan yang tanpa syarat. Apapun kondisi seorang anak, seorang ibu akan menerimanya. Cinta yang tak bersyarat itu sudah diberikan semenjaknya anaknya di kandungan. No Seung Hye-pun demikian, meskipun anaknya mendapat nilai kurang baik (jelek), tidak lantas membenci atau menyalahkan anak-anaknya. Ia tetap menerima anaknya dengan lebih memperhatikan kondisi psikologi anak. Pada titik ini, Seung Hye menyadari bahwa ia perlu untuk melawan model pembelajaran suaminya. Cinta keibuan bagi anaknya salah satunya dengan memberi rasa aman dan afeksi lebih kepada anaknya. 



Dalam diri manusia sebenarnya ada cinta kebapakan dan cinta keibuan. Bukan tidak baik cinta kebapakan itu, tapi idealnya ada keseimbangan antara cinta kebapakan dan cinta keibuan. Cha Min Hyuk adalah seseorang yang memiliki cinta kebapakan begitu kental dan No Seung Hye memiliki cinta keibuan yang tidak kalah kentalnya. Cha Min Hyuk dan No Seung Hye berada pada dua kutub yang berbeda. Ketika cinta kebapakan itu lebih dominan maka akan menjadikan seseorang keras dan tidak manusiawi. Sedangkan, jika cinta keibuan lebih dominan maka akan cenderung kehilangan pertimbangan dan mengganggu perkembangan dirinya dan orang lain. Dalam hal parenting anak, sebainya antara ayah dan ibu harus bekerjasama. Bukan berarti karena ayah adalah seorang kepala rumah tangga maka hal parenting anak keputusannya mutlak ditangan sang ayah. Dalam hal parenting, ibu juga memegang peran dalam hal keputusan untuk menyimbangkan. Di samping itu, jangan lupakan apa keinginan dan kesukaan atau hal-hal yang ingin dicapai oleh seorang anak. Memaksakan kehendak kepada anak hanya akan menambah beban mental. Oleh karena itu, antara ayah, ibu dan anak idealnya saling bekerjasama.

Referensi :
K-Drama "SKY CASTLE"
Erich Fromm, "The Art of Loving"