Wednesday, 24 April 2019

DEFINISI HIV DAN AIDS





HIV
Dewasa ini HIV-AIDS mulai dikenal oleh masyarakat secara luas yang ditandai adanya pengetahuan masyarakat mengenai kasus-kasus HIV-AIDS. Namun pengetahuan mengenai kasus-kasus HIV tidak diseimbangi dengan pengetahuan mengenai gambaran tentang HIV-AIDS, sehingga tidak sedikit dari mereka yang menganggap bahwa HIV-AIDS merupakan epidemi yang menakutkan. Hal ini berakibat adanya diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) oleh masyarakat baik secara langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu, perlu sekali adanya edukasi kepada masyarakat mengenai HIV-AIDS.

HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda tetapi saling berhubungan. HIV merupakan akronim dari :

H         : Human, Orang/Manusia

I           : Imunodeficiensy, menyerang sel dari putih, sehingga terjadi penurunan kekebalan tubuh

V         : Virus, virus

  • HIV akan melawan pertahanan tubuh –sistem kekebalan tubuh- dengan menginfeksi sel darah putih yang menyebabkab sistem kekebalan tubuh melemah.
  • Ketika sistem kekebalan tubuh melemah atau terganggu, tubuh kehilangan perlindungan terhadap penyakit
  • Seiring berjalannya waktu, sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan inveksi HIV, mengakibatkan berkembangnya penyakit yang serius dan mematikan.


AIDS
AIDS merupakan akronim adri Acquired Immunodeficiency Syndrome dan merujuk pada tahapan perkembangan HIV lebih lanjut

A         : Acquired, untuk membedakan dari kondisi genetik atau bawaan yang menyebabkan tidak berfungsinya sistem kekebalan tubuh (bukan keturuanan)

I           : Immuno, menyerang sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap inveksi

D         : Deficiency, menyerang sel darah putih dalam sistem kekebalan tubuh manusia

S          : Syndrome, kumpulan dari gejala dan penyakit karena infeksi HIV


Perbedaan antara HIV, HIV infection, dan AIDS
HIV merupakan virus yang menyebabkan adanya infeksi. Orang yang terinfeksi HIV tidak terlihat tanda-tanda penyakit akan tetapi dapat menularkan kepada orang lain. Mayoritas orang yang terinfeksi HIV akan berkembang pada tahap AIDS setelah periode waktu tertentu yang memungkin beberapa bulan atau lebih dari lima belas tahun dan diagnosis AIDS di dasarkan pada hasil tes laboratorium.


"Orang yang terinveksi HIV pada periode awal tidak menunjukan gejala penyakit apapun. Orang yang terinveksi HIV hanya akan mengetahui status –HIV Positif- ketika melakukan tes laboratorium."


TIPE HIV-AIDS

HIV memiliki dua tipe yaitu tipe HIV-1 dan HIV-2. Kedua tipe memiliki persamaan yaitu proses penularannya sama dan memiliki karakter yang sama yaitu adanya infeksi oportunistik dan berkembang menjadi AIDS. HIV-1 dapat ditemukan di seluruh penjuru dunia, sedangkan HIV-2 hanya dapat ditemukan di Afrika Barat, Angola dan Mozambik.

Penularan HIV-2 lebih sulit daripada HIV-1, karena HIV-2 bersifat patogen yaitu selisih periode infeksi awal dan penyakit lebih lama. Di beberapa derah, ada yang terinfeksi keduanya. Penularan HIV-2 melalui ibu menyusui sangat jarang terjadi (tingkat penularan dari 0% hingga 5% pada bayi yang disusui tanpa adanya intervensi apapun). Hal yang menyebabkan HIV-2 lebih sulit meular adalah tingkat virulensi dan viral load pada HIV-2 lebih rendah daripada HIV-2. Virulensi adalah derajat kemampuan suatu patogen oprtunistik untuk menyebabkan penyakit, sedangkan viral load adalah jumlah virus dalam darah. 


"So, untuk mengetahui statusmu positif atau negatif, segera lakukan tes laboratorium. Tidak ada salahnya mengetahui sedini mungkin, biar lebih awal pengobatannya." 

Referensi

Module 1: Introduction to HIV/AIDS by Centers for Disease Control and Prevention 










No comments:

Post a Comment