Wednesday, 26 June 2019

Berdamai dengan Masa Lalu

Cr. Pinterest

Awal memikirkan topik ini setelah berbincang dengan salah satu teman, yang intinya adalah untuk memulai suatu hal yang baru lebih baik untuk berdamai dengan masa lalu terlebih dahulu. Manusia hidup dengan masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Ketiganya memiliki hubungan sebab akibat. Mudahnya, apa yang kita lalukan kemarin akan berdampak pada hari ini dan apa yang dilakukan hari ini akan berdampa pada hari esok. Atau terdapat peribahasa, apa yang kita tanam itulah yang akan kita panen. 

Terdapat dua emosi dalam diri manusia, emosi positif dan emosi negatif. Akan tetapi, dalam beberapa hal emosi negatif lebih mempengaruhi pola pikir manusia dan berpengaruh pula pada perilaku manusia. Emosi negatif terdiri dari kesedihan, penyesalan dan dendam. Emosi-emosi negatif yang ada akan membekas dalam diri manusia. Banyak orang yang pada akhirnya terpuruk, karena tidak dapat mengendalikan, melawan dan menuntaskan emosi negatif tersebut. Pada dasarnya emosi negatif tersebut adalah bayangan hitam diri kita sendiri. Melawan diri sendiri adalah salah satu jalan untuk keluar dari emosi negatif tersebut. Selain itu, melakukan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat pada diri sendiri dapat menjadi jalan keluar. Contohnya, melakukan sesuatu yang sangat ingin kamu lakukan, memang tidak mudah untuk melakukan akan tetapi cobalah. Mengapa demikian? Jangan hanya karena terpuruk dalam kesedihan, penyesalan dan dendam membuat kita kehilangan masa depan. Misalnya saja, putus dengan pacar sebelum Ujian Nasional entah apapun itu alasannya. Sedih? Tentu tapi jangan berlarut. Oke, lets me to say "Hanya karena kita putus dengan pacar, bukan berarti dunia akan berhenti". BIG NO!! Dunia akan terus berputar dan jika kita diam maka kita tertinggal. Jadi, sebagai seorang siswa lebih baik fokus pada Ujian Nasional, belajar yang rajin dan mendapat nilai yang baik. Buktikan kalau kita dapat survive dari kesedihan putus cinta. By the way, ini pengalaman pribadi gaes dan kalau dari saya kuncinya satu yaitu LAWAN!

Salah satu hambatan untuk menuju masa depan yaitu tidak bisa atau belum bisa menerima masalah dan kesedihan. Entah itu terlalu rumit masalah dan kesedihan, sehingga membekas terlalu dalam. Hal yang perlu kita sadari yaitu apa yang terjadi dalam hidupmu adalah bagian dari hidupmu. Mau tidak mau memori itu akan terus ada dalam ingatanmu. Salah satu jalan keluar yang dapat dilakukan adalah dengan menerimanya, kemudian menguburnya dengan sesuatu yang membangun bukan dengan cara menghapusnya. Misalnya, menjadi korban bullying itu bukan sesuatu yang menyenangnkan. Dijauhi teman hanya karena tidak melakukan sesuatu yang mereka mau. Dituduh karena sesuatu yang tidak dilakukan. Itu sangat membekas, terlebih setiap harinya harus sendiri. Tapi disisi lain, terdapat titik point dimana tidak ingin hal itu terjadi di masa mendatang dan tidak ingin terpuruk. Mungkin jika tidak mengalami bullying semacam ini, di masa mendatang saya tidak bisa ikut organisasi sekolah dan ikut lomba hingga tingkat regional kabupaten. Dari perlakukan bullying yang mengakibatkan sikap diam dan menerima sesuatu hal yang negatif, membuat suatu gebrakan untuk memiliki kemauan speak up dan tidak begitu saja menerima perlakuan bahkan perkataan orang lain. Ada dendam? Jelas tapi itu tidak akan menyelesaikan dan akan menambah emosi negatif. Contoh lain, kegagalan masuk sekolah favorit bukan berarti tidak pintar, bukan berarti berhenti untuk tidak sekolah tapi sebaliknya yang mana kita harus berusaha lebih. Seseorang berkata, "Sekolah tidak hanya satu. Keberhasilanmu dapat diraih bukan hanya dari sekolah favorit itu tapi dari seberapa kamu berusaha. Sama halnya dengan dimanapun kamu berkembang, kunci utama ada dalam usahamu". Kuncinya, MENERIMA, MEMAAFKAN DAN USAHA! Percaya saja, ada hal positif dibalik setiap kejadian.

Selain menerima, kita perlu mengubah cara pandang terhadap masa lalu. Masa lalu tidak dapat diubah tetapi kita dapat mengubah cara pandang dalam melihat masa lalu. Masa lalu terdiri dari masa lalu positif dan negatif, akan tetapi mayoritas orang melihat masa lalu yang bersifat negatif. Selalu ada nilai-nilai yang dapat diambil dari masa lalu yang dapat digunakan untuk masa depan yaitu untuk menghindari terjadinya kesamaan tindakan dalam suatu masalah yang mana sebuah usaha untuk membebaskan emosi negatif. Oleh karena itu, ubahlah masa lalu menjadi potensi. Kalau kata Dr. Ibrahim Elfiky, Masa lalu adalah gudang yang berisi keahlian, keterampilan, dan kebijaksanaan. Tanpa masa lalu, manusia akan terperosok dalam kegelapan. Dan satu hal, Berdamai dengan masa lalu adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalan untuk memahami dan menerima gap antara ekspektasi dan realitas. Ya itulah pejalanan hidup. Sebisa mungkin menghindari untuk berjalan tersandung-sandung karena masa depan telah mengajakmu berjalan kedepan akan tetapi kamu masih melihat kebelakang. Dan pada akhirnya kita menyadari bahwa, "Terkadang dunia itu kejam. Kita benar-benar harus merasakan pahit dan getirnya hidup tanpa tahu kapan rasa manis itu muncul. Namun, percayalah rasa manis itu ada bahkan sangat nikmat setelah pahit dikecap."

"Don't cry because it's over, Smile because it happended." - Dr. Seuss

Referensi:
pijarpsikologi.org
Elfiky, Ibrahim. "Terapi Berfikir Positif".

No comments:

Post a Comment