![]() |
Prinsip digitalisasi saat ini sudah sangat
dekat dengan kehidupan manusia. Tak terkecuali untuk urusan perekonomian.
Prinsip digitalisasi di dunia eknomi saat ini bisa dilihat dari adanya sistem pembayaran
PayLater. PayLater merupakan sistem pembayaran kredit yang ditawarkan tanpa
perlu memiliki Kartu. Sistem transaksi Beli Sekarang Bayar Nanti (Buy Now Pay
Later). Mostly, sistem pembayaran PayLater ini digunakan di aplikasi-aplikasi
E-Commerce atau aplikasi dompet digital.
Adanya tingkat konsumsi tinggi namun alat perantara pemuas kebutuhan terbatas
maka muncul prinsip digitalisasi pembayaran yaitu Pay Later yang bisa membantu memuaskan kebutuhan dari mulai kebutuhan belanja ini-itu hingga
kebutuhan travelling sana-sini. Semua itu bisa diwujudkan dengan PayLater.
Setiap hal memiliki sisi hitam dan putih namun dalam hal
ini manusia juga harus bisa melihat celahnya. Adanya PayLater bisa sangat
membantu kita untuk memenuhi kebutuhan dalam situasi terpepet dan tidak
memiliki finansial cukup. So, PayLater hadir sebagai ibu peri yang menawarkan
solusi sangat ampuh. Atau sebagai perempuan yang memang lebih suka belanja
sedang butuh suatu produk dan memang ada promo diskon namun sedang tidak
ada uang yang cukup maka PayLater menjadi penolong seperti pangeran berkuda putih yang sangat
ditunggu-tunggu. Dalam kondisi-kondisi ini PayLater memang menjadi penolong
karena ketika melakukan transaksi tanpa harus membayar dulu.
Tapi di sisi lain PayLater dapat menjadi bom waktu yang
sewaktu-waktu dapat meledak tanpa kita sadari karena kita terlalu kalap dengan
mudahnya sistem pembayarannya terlebih jika memiliki limit kredit PayLater
besar. Transaksi apapun yang diinginkan tanpa tahu yang dibutuhkan dapat menjadi boomerang. Karena limit kredit PayLater bukan uang sebenarnya. Penggunaan pembayaran PayLater tanpa kontrol diri yang kuat akan menjadi khilaf
setiap penggunanya, apalagi tanpa menghitung kemampuan finansial. Tagihan
dengan bunga menumpuk dan jumlah denda yang harus dibayar akan menjadi
Nightmare bagi siapapun yang menggunakan PayLater tanpa kontrol diri dan menghitung kemampuan finansial.
PayLater sangat boleh digunakan bahkan dibeberapa kondisi
bisa sangat membantu. Namun sebagai manusia kita pun harus bisa menimbang mana
yang menjadi kebutuhan atau semata-mata hanya keinginan. Konsep ini bisa
digunakan sebagai pegangan pengguna PayLater. Di sisi lain PayLater memunculkan
sifat konsumerisme di masyarakat. For me, Hiduplah secukupnya. Jika memnag
butuh belilah, jika hanya ingin maka redam dulu. Bijaklah dalam memutuskan
sesuatu, dalam hal belanjapun. Kita kalap, kita nanggung. Tidak mau
dikejar-kejar Dept Collector kan? Aku si engga. Terimaksih

No comments:
Post a Comment