Dewasa
ini HIV-AIDS mulai dikenal oleh masyarakat secara luas yang ditandai adanya
pengetahuan masyarakat mengenai kasus-kasus HIV-AIDS. Namun pengetahuan
mengenai kasus-kasus HIV tidak diseimbangi dengan pengetahuan mengenai gambaran
tentang HIV-AIDS, sehingga tidak sedikit dari mereka yang menganggap bahwa
HIV-AIDS merupakan epidemi yang menakutkan. Hal ini berakibat adanya
diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) oleh masyarakat baik secara
langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu, perlu sekali adanya edukasi
kepada masyarakat mengenai HIV-AIDS.
HIV
dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda tetapi saling berhubungan. HIV merupakan akronim dari :
H : Human, Orang/Manusia
I :
Imunodeficiensy, menyerang sel dari putih, sehingga terjadi penurunan kekebalan
tubuh
V : Virus, virus
- HIV akan melawan pertahanan tubuh –sistem kekebalan tubuh- dengan menginfeksi sel darah putih yang menyebabkab sistem kekebalan tubuh melemah.
- Ketika sistem kekebalan tubuh melemah atau terganggu, tubuh kehilangan perlindungan terhadap penyakit
- Seiring berjalannya waktu, sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan inveksi HIV, mengakibatkan berkembangnya penyakit yang serius dan mematikan.
AIDS
AIDS
merupakan akronim adri Acquired Immunodeficiency Syndrome dan merujuk pada
tahapan perkembangan HIV lebih lanjut
A :
Acquired, untuk membedakan dari kondisi genetik atau bawaan yang menyebabkan
tidak berfungsinya sistem kekebalan tubuh (bukan keturuanan)
I :
Immuno, menyerang sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap
inveksi
D : Deficiency, menyerang sel darah putih
dalam sistem kekebalan tubuh manusia
S : Syndrome, kumpulan dari gejala dan
penyakit karena infeksi HIV
Perbedaan
antara HIV, HIV infection, dan AIDS
HIV
merupakan virus yang menyebabkan adanya infeksi. Orang
yang terinfeksi HIV tidak terlihat tanda-tanda penyakit akan tetapi dapat
menularkan kepada orang lain. Mayoritas
orang yang terinfeksi HIV akan berkembang pada tahap AIDS setelah periode
waktu tertentu yang memungkin beberapa bulan atau lebih dari lima belas tahun dan diagnosis
AIDS di dasarkan pada hasil tes laboratorium.
"Orang yang terinveksi HIV pada periode awal tidak menunjukan gejala penyakit apapun. Orang yang terinveksi HIV hanya akan mengetahui status –HIV Positif- ketika melakukan tes laboratorium."
TIPE HIV-AIDS
HIV memiliki dua tipe yaitu tipe HIV-1 dan HIV-2.
Kedua tipe memiliki persamaan yaitu proses penularannya sama dan memiliki
karakter yang sama yaitu adanya infeksi oportunistik dan berkembang menjadi
AIDS. HIV-1 dapat ditemukan di seluruh penjuru dunia, sedangkan HIV-2 hanya dapat
ditemukan di Afrika Barat, Angola dan Mozambik.
Penularan HIV-2 lebih
sulit daripada HIV-1, karena HIV-2 bersifat patogen yaitu selisih periode
infeksi awal dan penyakit lebih lama. Di beberapa derah, ada yang terinfeksi
keduanya. Penularan HIV-2 melalui ibu menyusui sangat jarang terjadi (tingkat
penularan dari 0% hingga 5% pada bayi yang disusui tanpa adanya intervensi
apapun). Hal yang menyebabkan HIV-2 lebih sulit meular adalah tingkat virulensi
dan viral load pada HIV-2 lebih rendah daripada HIV-2. Virulensi adalah derajat
kemampuan suatu patogen oprtunistik untuk menyebabkan penyakit, sedangkan viral
load adalah jumlah virus dalam darah.
"So, untuk mengetahui statusmu positif atau negatif, segera lakukan tes laboratorium. Tidak ada salahnya mengetahui sedini mungkin, biar lebih awal pengobatannya."
Referensi
Module 1: Introduction to HIV/AIDS by Centers for Disease Control and Prevention
